Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu

July 9, 2009

Setelah sekian lama membaca dan menyelesaikan Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu, saya bakal mengulas sedikit tentang buku karangan Leo Tolstoy tersebut. Buku ini berisi kumpulan cerita pendek dari Leo Tolstoy termasuk juga Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu.

Buku ini sekilas tidak menarik, tetapi saya membelinya juga karena tergoda dengan nama Leo Tolstoy. Saya tidak tahu tentang buku ini, tapi saya tahu Leo Tolstoy yang mengarang Anna Karenina.

Ternyata di buku yang saya beli hanya sekedar untuk mengisi liburan ini terkandung makna yang mendalam bagi saya. Saya tidak akan banyak menceritakan isi buku ini, karena lebih baik anda membacanya sendiri dan menemukan maknanya bagi diri anda sendiri. Tetapi saya akan menceritakan sedikit saja tentang bagian yang menarik bagi saya.

Dari cerita-cerita yang menarik, ada dua cerita yang meninggalkan banyak makna bagi saya yaitu Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu dan Ziarah.

Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu menceritakan tentang seseorang yang dituduh membunuh teman sekamarnya dan dipenjara cukup lama. Selama masa penjara tersebut dia kehilangan hampir semua yang dia miliki termasuk keluarganya. Tokoh utama di cerita ini bernama Aksenof. Di saat pemenjaraannya, ia berkata dalam hati :

“Hanya Tuhanlah yang tahu kejadian yang sebenarnya, maka kepada Tuhanlah sepantasnya aku memohon ampun, karena Dialah yang sanggup memberi pertolongan.”

Saat membaca itu saya merenung sebentar, mencoba lebih memaknai kalimat tersebut. Saya kagum terhadap Aksenof ini karena bahkan di saat yang mungkin merupakan saat tergelap di dalam hidupnya, dia tidak kehilangan harapannya. Malahan dia memilih tempat untuk berharap yang paling tepat.

Akhir dari cerita ini pun tidak disangka-sangka. Saya menemukan hal yang membuat saya terdiam untuk merenung kembali. Tapi akhir ceritanya tidak akan saya ulas disini, karena lebih menarik untuk anda baca sendiri, hehe, dan juga untuk tidak mengurangi maknanya.

Cerita berikutnya adalah Ziarah. Ada dua tokoh utama yaitu Efim dan Eliyah. Elfim bersifat disiplin termasuk dalam hal keagamaan sementara Eliyah adalah sosok yang lebih santai. Mereka berdua telah lanjut umurnya dan mengidam-idamkan untuk pergi berziarah ke Yerusalem. Akhirnya saat yang dinanti pun tiba dan mereka berangkat kesana. Singkat cerita, Eliyah memutuskan tidak melanjutkan perjalanan tanpa sepengetahuan Efim karena ia menemukan keluarga yang sekarat dan benar-benar membutuhkan pertolongan dia.

Alasan Eliyah untuk tidak melanjutkan perjalanan yang dia idam-idamkan itulah yang membuat saya terenyuh. Dia berpikir dalam hati bahwa tidak ada gunanya dia menyeberang lautan untuk mencari Tuhan jika selama itu dia kehilangan kasih dalam dirinya. Karena itulah dia memutuskan untuk menghentikan perjalanan dan memberikan daya yang dia punya untuk menyelamatkan keluarga yang sekarat tersebut, termasuk uang untuk melanjutkan perjalanan.

Ketidakegoisan Eliyah membuat saya merenung. Dia memilih untuk kehilangan kesempatan berziarah dan beribadah di Yerusalem yang telah dia idam-idamkan dan memilih untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak dia kenal sebelumnya dan tidak pernah berbuat baik kepada dia. Wow! Saya berpikir-pikir, apakah saya bisa bertindak seperti dia?

Akhir cerita ini pun memiliki keunikannya tersendiri. Dan seperti yang sebelumnya, saya tidak mengulasnya dan lebih baik anda membacanya sendiri.

Itulah sedikit ulasan saya tentang buku Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu. Buku sederhana tapi bermakna bagi saya. Saya berharap semoga makna yang telah ditorehkan buku tersebut di dalam hati saya tidak hilang begitu saja dan bahkan semoga bisa saya mengaplikasikannya dalam kehidupan saya.

2 Responses to “Tuhan Maha Tahu Tapi Dia Menunggu”

  1. davidgultom said

    ga!! langsung awak tek bukunya yak!hahhaha,, udah ga sabar buat baca nihh,,ckkckck.. sepertinya seru banget..
    oke2??
    komen belakangan gan…
    Gbu.

  2. KeffiKarina said

    hiiii,,keduluan bang david,,padahal br pengen minjem…
    huhu..
    oke,,,
    abis bang david,aku pinjam yah,bang rega..
    boleh ya..?
    makasii ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: