Just let go…

March 21, 2009

07032009365

Foto di atas diambil pada hari Sabtu 7 Maret 2009 di gunung Tangkuban Perahu. Saya pergi kesana bersama dengan teman-teman saya dari Navigator ‘05 dengan susunan 5 pria dan 4 wanita (Octa, Dwi, saya, Sarah, Kiki, Laura, Ferry, Becca, dan David) untuk pengakraban dan persiapan mendaki gunung yang lebih tinggi lagi.

Kebetulan diantara semua foto-foto yang ada, saya menemukan satu foto yang menakjubkan ini. Lautan awan putih dihiasi kilau mentari pagi. Indah. Suatu pemandangan yang tidak bisa kita temui setiap harinya. Cahaya merah yang menari-nari lincah di atas hamparan awan yang membuat saya mengagumi karya Yang Maha Kuasa. Walaupun bukan yang pertama kalinya, tetapi tetap saja saya dibuat kagum, tetap saja saya dibuat tak habis pikir akan keagungan-Nya.

Ketika melihat foto ini, saya mengingat perjalanan yang telah saya lalui untuk mendapatkan itu. Perjalanan selama kurang lebih 5 ½ jam, medan yang cukup berat ditambah bawaan carrier 40 L di badan saya. Belum lagi konflik yang terjadi selama perjalanan. Wow, harga yang tidak murah untuk sebuah pemandangan.

Akan tetapi, ada satu hal yang tidak sesuai dengan rencana kami. Rencana awal kami kesana untuk melihat sunrise. Kami sampai disana tepat waktu, akan tetapi ternyata cuaca gak berawan sehingga kami tidak bisa menyaksikan sunrise dengan sempurna. Untuk saya dan beberapa teman, ini adalah kegagalan kedua kami menyaksikan sunrise.

Hidup kadang berjalan tidak sesuai dengan rencana yang kita buat. Kita sudah berjuang dengan sekuat tenaga, mengerjakan sesuatu sesuai dengan proses atau tahap yang benar, tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang kita kehendaki. Sama seperti pendakian kami, kami sudah mendaki dengan lelah, semua yang kami jalani sesuai dengan teklap yang telah kami persiapkan sebelumnya. Kami sangat mengharapkan sunrise, karena semua sudah sesuai dengan rencana kami. Ternyata hasil berkata beda.

Yah udahlah. Hidup bakal tetap berjalan kan? Mau kita nangis meraung-raung, mau kita menyesali gagalnya rencana kita, mau kita mencari-cari ini kesalahan siapa, hidup tetap berjalan kan? Waktu tetap berjalan maju kan? Di film Curious Case of Benjamin Button, Benjamin berkata “you can swear and curse fates, but when it comes to the end, you have to let go.”. Kita bisa mengutuk hasil ataupun bahkan menyalahkan Tuhan, tetapi pada akhirnya, kita harus lapang dada menghadapi itu.

Kembali ke perjalanan kami, ada satu hal yang saya lihat dari teman-teman saya ketika mengetahui bahwa kami gagal mendapat sunrise dengan sempurna. Mereka tetap bersyukur atas itu. Tidak ada kata makian dan kekesalan yang keluar, yang ada hanyalah doa dan ucapan syukur. Saya terenyuh, dan saya bersyukur juga kepada Tuhan, karena saya telah diberikan teman seperjalanan yang luar biasa. Proud of you guys.

Ketika semua perjuangan kita menghasilkan rencana yang tidak sesuai dengan rencana kita, apa reaksi kita? Saya berharap, jawaban saya untuk pertanyaan tersebut kapanpun itu ditanyakan kepada saya adalah : saya akan tetap bersyukur. Karena saya tahu, dan saya percaya, rencana-Nya untuk saya adalah rencana damai sejahtera untuk memberikan kepada saya hari depan yang penuh harapan.

Sampai ketemu lagi matahari…

Kelak saya akan datang lagi dan membangunkanmu..

5 Responses to “Just let go…”

  1. Rebecca said

    oh..ini blog yg suka dibangga2in,haha
    nih g kasi komen dah
    biar blog lu ga seru..ya udah deh..haha*Jk
    tp fotonya keren loh,bkn elunye..tp awan dan sinar mentari..haha
    mantep lah emg pendakian gunung ituh,walo ga bs liat sunrisetp prosesnya oke ko..yg ptg usaha dah maksimal.next time we’ll see sunrise,kya!

  2. dwihutapea said

    rega…film benjamin button itu okeh banget lhooo…
    idenya..setting-annya..keren lah pokoknya..nangis gw..
    *nonton apa juga gw nangis sih..

    bukan liat sunrise rega…tapi bangunin matahari..mantaaap!!

  3. Octadoang said

    emang mantap ga afotonya,
    tapi yang lebih mantaab adalah usaha kita yang ga mau menyerah,
    kuharap di manglayang kita akan membuat si mataahari bangun dan menunjukan kepada kita matanya yang berwarna kemerahan di tengaha-tengah kebiruan langit dan putihnya awan…

  4. wijaya said

    q salut ma persahabatan kalian, sayang jarang sahabat seperti kalian ada…..

  5. regasadja said

    @mas wijaya
    “Each friend represents a world in us, a world possibly not born until they arrive, and it is only by this meeting that a new world is born.”
    mungkin memang susah untuk kita temukan,,tapi ketika kita menemukannya,,akan ada yang luar biasa terjadi dalam hidup kita..
    trimakasih atas komennya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: