Tayangan menarik

August 4, 2008

Hari Minggu yang lalu, 3 Agustus 2008, saya menonton sebuah tayangan dari salah satu stasiun televisi swasta yang memparodikan kondisi sidang di DPR RI. Topik yang diangkat pada tayangan hari itu adalah tentang hukuman mati pada pelaku korupsi.

Narasumber yang diundang saat itu adalah Bapak Lukman Hakim saifuddin yaitu Ketua Fraksi PPP DPR RI dan juga Bapak Rafendi Djamin yaitu Koordinator Human Right Working Group. Pak Lukman mendukung adanya hukuman mati untuk pelaku korupsi agar mendatangkan efek jera bagi para koruptor. Sedangkan Pak Rafendin sebagai orang yang menolak hukuman mati karena Undang-Undang di Indonesia tidak memperbolehkan adanya pengambilan hak untuk hidup seseorang dengan alasan apapun. Pro dan kontra ini amat menarik, tentunya dengan didukung oleh kemampuan masing-masing narasumber dalam perundang-undangan dan interpretrasi masing-masing narasumber.

Selain narasumber, didatangkan juga seorang panelis yang saya lupa namanya. Ada dua fakta menarik yang diberikan oleh narasumber tersebut.

Yang pertama adalah tentang Corruption Perception Index dari Indonesia dan dua negara tetangga kita yaitu Malaysia dan Singapura. Berikut ini adalah tabel Corruption Perception Index yang saya dapat dari http://en.wikipedia.org/wiki/Corruption_Perceptions_Index :

Dari sini didapatkan bahwa Indonesia masih kalah dalam hal kebersihan dari tindak korupsi dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Panelis mengatakan bahwa Malaysia dan Singapura memakai hukuman mati untuk koruptor sehingga mengurangi tindak korupsi. Pak Lukman pun menanggapi bahwa memang hukuman mati menimbulkan efek jera bagi para koruptor sehingga orang pun akan berpikir 1000 kali apabila ingin melakukan tindakan korupsi. Akan tetapi, hal ini disanggah oleh Pak Rafendi, bahwa belum tentu hukuman mati menimbulkan efek jera. Sebagai contoh, banyak sudah kasus hukuman mati untuk narkoba, akan tetapi masih banyak orang yang melakukan tindak pidana narkoba.

Lalu yang kedua adalah index dari koruptor yang dibebaskan dibandingkan dengan jumlah kasus korupsi di Indonesia. Diperlihatkan bahwa ada kenaikan dari jumlah koruptor yang dibebaskan. Saya lupa berapa jumlah pastinya. Dan, lagi-lagi terjadi adu argumentasi antara narasumber.

Hmm, menarik bukan? Bagaimana seharusnya hukuman yang diberikan kepada para koruptor untuk memberantas korupsi di Indonesia ini.

Pada akhirnya, walaupun terjadi pro dan kontra antara pemberian hukuman mati kepada koruptor, kedua narasumber sepakat bahwa memang koruptor harus dihukum berat. Ya, memang koruptor selayaknya diberi hukuman berat. Karena, koruptor adalah sebuah tindakan tidak berperikemanusiaan yang menyengsarakan rakyat. Bagaimana mungkin seseorang tega untuk mengambil hak-hak dari orang lain, bahkan orang yang tidak mampu? Bagaimana mungkin seseorang tega untuk mengambil hak dari orang yang makan 3 kali sehari saja susah?

Tapi, who am I to judge?

Mungkin, yang pertama kali harus kita lakukan terlebih dahulu adalah untuk diri kita sendiri. Kekanglah sifat tidak pernah puas yang kita miliki, yang bisa membuat kita menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu. Kita harus belajar untuk selalu bersyukur akan setiap hal yang telah kita terima. Ya, belajar bersyukur…

4 Responses to “Tayangan menarik”

  1. Keffi said

    bang re,,,
    agak telat kasi comment,,,br taw klo lo pny blog..

    mnurut gw,,
    berat tidaknya hukuman yang diberikan ke seorang koruptor itu kan relatif
    dan dampak yang diberikan dari hukuman mati ke koruptor itu memang bisa berakibat dua hal, seperti yg lo sebutkan di blog lo,yaitu efek jera dan tidak jera..
    menurut gw, sebaiknya diadakan penelitian khusus dan dibuat data statistik dari setiap negara yang memberlakukan hukuman mati dan yang tidak memberlakukan hukuman mati buat para koruptor, trus dibandingkan,,
    dan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengimplementasikan di Indonesia..
    hmm…

    hehehe..
    berat bgt ya komen gw,,
    soalnya gw jg ‘gatel’ ngeliat kelakukan koruptor dan Hukum di Indonesia..

    hahaha..
    tp bagus jg,bang,,
    lo bisa menemukan hubungan antara korupsi dan belajar bersyukur,,

    Q.O.D:
    Thanks for what you have no matter unprecious that thing for you.

    GBU..
    semangat bersyukur…!

  2. joice_cute said

    Rega, gw link-in ya…
    Lu juga ya…
    thx…

  3. joice said

    Rega, lo gw tag di blog gw.
    buat info : di sini
    Wajib diisi!
    hohoho…

  4. coxon3011 said

    ga, gw link yah blog lo…
    kok lama nih gak nulis? semangat2! let’s motivate each other by writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: