Karakter

August 1, 2008

Hmm, mau cerita lagi nih. Udah lama gak ngubek-ngubek blog soalnya, hehe. Gak tau kenapa, saya sekarang ini lagi sering mikirin tentang karakter. Padahal, kata-kata karakter udah lama saya denger. Udah sering saya denger orang ngomong macem-macem tentang karakter. Tapi kok baru sekarang ini saya mikirin yah? Saya menduga (bahasanya donk..) ini ada kaitannya dengan quote yang baru-baru ini saya baca pas lagi keliling-keliling situs (bukan situs macem-macem loh, hehe). Kata-katanya pake bahasa Inggris. Saya lupa kata-kata persisnya ama siapa yang ngeluarin. Tapi intinya gini :

“Talenta dan karisma mungkin bisa membawa kamu ke puncak, tapi hanya karakterlah yang bisa membuatmu bertahan disana.”

Mantep kan kata-katanya,hehe. Mantep banget tu kata-katanya. Saya jadi ngeliat diri saya sendiri. Puji Tuhan, saya lagi diamanahkan satu posisi di himpunan. Lalu saya membandingkan dengan quote di atas. Bener gak sih quote itu..?

Talenta? Hmm, mungkin saya memiliki kemampuan untuk berkata-kata. Kemampuan untuk bersilat lidah, hehe. Dan, mungkin talenta saya itu cocok dengan posisi yang lagi saya tempati, posisi untuk orang-orang yang bisa bersilat lidah. Sehingga ketika dituntut untuk beradu argumen, yah, saya bisa melawan-lawan dikitlah, hehe. Dan lagi, saya mungkin bukan tipe orang yang gregorian alias grogian kalo disuruh ngomong di depan orang-orang, walaupun kadang grogi juga kalo saya gak gitu ngerti tentang bahan yang mau saya omongin karena takut salah ngomong atau malah jadi sotoy ama asbun, hehe. Saya menikmati ketika saya berbicara di depan orang-orang. So, mungkin berbicara merupakan salah satu talenta saya.

Lalu, karisma. Hmm, saya kurang tahu juga untuk yang satu ini. Tetapi, terkadang, ketika sedang berbicara, saya melakukan gesture-gesture yang terkadang aneh, entah itu tangan atau mata atau apalah. Saya gak bisa diam kalau sedang berbicara, hehe. Akan tetapi, terkadang gesture-gesture itu menarik perhatian orang untuk mendengarkan saya, ditambah lagi intonasi-intonasi yang saya pakai. Yep, somehow it works buat narik perhatian orang ngedengerin saya. Yah, seenggaknya sinkronlah ama yang saya anggap salah satu talenta saya, yaitu ngomong.

Nah, baru masuk ke bagian yang mantepnya. Karakter. Setelah mikir-mikir, saya dapet satu kesimpulan, yaitu : ternyata saya belum memiliki karakter yang baik. Kayak gimana? Saya gak mau buka dapur dulu, hehe. Satu aja deh yang saya buka, yaitu kemalasan. Kemalasan berkembang menjadi sifat-sifat buruk. Kemalasan menyingkirkan hal-hal baik yang kita pegang. Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan bahwa ternyata saya belum bisa menyingkirkan sepenuhnya kemalasan ini. Saya masih setengah-setengah dalam menumpasnya. Terkadang semangat, terkadang membiarkan saja. Dan karena ulah kemalasan itu, maka hasilnya bisa berentet kemana-mana. Rapat yang molor karena saya telat bangun, beberapa kerjaan yang gak beres karena malas merencanakan, lupa rapat karena main ping-pong, dan banyak lagilah ekses dari kemalasan itu. Hasilnya? Kinerja yang kurang baik!

Berbicara karakter bukan hanya berbicara tentang kepemimpinan. Berbicara karakter adalah berbicara tentang kehidupan. Dalam hal kehidupan, karakter memegang peranan penting. Saya percaya, kehidupan akan menjadi lebih bermutu bila ditunjang dengan karakter yang baik. Ketika kita mempunyai karakter yang baik, otomatis yang kita hasilkan dalam hidup kita tentu akan baik pula. Dan, hasilnya mungkin tidak hanya kita yang menikmati, tetapi juga orang lain. Kehidupan kita menjadi berkat bagi orang lain.

Akan tetapi, bukanlah hal yang mudah untuk membentuk karakter yang baik itu. Saya menggambarkan proses itu kayak gini :

Setiap tahap dari rangkaian proses itu memang membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Membutuhkan waktu untuk semakin membentuk, mengasah dan mematangkan setiap tahapan proses itu hingga menjadi suatu hasil akhir yang disebut karakter.

Akan tetapi, bukankah Tuhan telah memberikan kepada kita ‘waktu’ tersebut? Yang diberikan-Nya lewat kehidupan kita di dunia ini? So, kenapa kita tidak memanfaatkan ‘waktu’ yang telah diberikan Tuhan itu untuk membentuk karakter yang baik?

Mulailah dengan mengubah perilaku kita terlebih dahulu…

3 Responses to “Karakter”

  1. tmroffi said

    Hidup karakter! Buka M**, hehehe
    Hidup HME-lah!
    Yep, hidup adalah pilihan dan setiap pilihan kecil dalam hidup akan segera membentuk perilaku, kebiasaan, dan watak. Think big (about character), start small (in choosing the right things), act now (do the right things right, right now)
    Blognya di link ya Bang!

    –Gesture unik lagi pas maen pingpong+sound effect dari op*k, hihihi–

  2. srimaldia said

    karakter …

    karakter …

    karakter??

    serius amat rega …

    eh gw link yah …

  3. Iyet said

    ah,, kau ini,, tapi bukannya karakter itu lebih lahiriah daripada perilaku ya? maksdku,, ketika kw berperilaku, itu karena karaktermu yg sperti itu, dan perilaku itu kumengerti krn karakterku juga seperti kw, dan perilaku itu tidak dimengerti seseorang, karena karakternya berbeda dengan karakter kita,, ribet ya?

    haha,, iya ga sih?? ga ngerti juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: