Forever Young….

July 7, 2008

Baru-baru ini saya ngedengerin lagu “Forever Young” tapi bukan yang versi Alphaville, versinya Youth Group. Sebenernya lagunya dah lama banget, tapi, entah kenapa waktu ngedengernya tiba-tiba ada sensasi baru. Mungkin gara-gara sebelumnya saya cuma nyanyi aja kali yah, gak mikirin liriknya, makanya kemaren2 ngerasa biasa-biasa aja. Tapi, gitu nyanyiin pake mikirin liriknya, ternyata liriknya bikin terenyuh…

“Let us die young or let us live forever

We don’t have the power

But we never say never

Sitting in a sandpit,

Life is a short trip”

Forever Young

Yups, life’s a short trip. Kemaren perasaan baru lulus SMA, tiba-tiba udah kuliah. Kemaren perasaan masih tingkat 1, sekarang tau-tau udah tingkat 4. Waduh, udah mau lulus aja nih (amminn..). Tapi, di umur yang udah kepala 2 gini, apa yang udah saya buat yah.? Kok perasaan hidup ini berlalunya cepat dan datar-datar aja yah? Kalo kayak gini terus apa gunanya muda terus, apa gunanya umur panjang yah..?

Setelah merenung beberapa lama (halah, hiperbolis..) saya jadi dapat suatu pemikiran. Mungkin hidup ini terasa datar-datar aja karena saya aja yang agak kurang peka terhadap sekitar. Sebenarnya, kalo saya peka, hidup ini pasti gak akan datar. Masih banyak sesuatu di sekitar kita yang sebenarnya akan membuat hidup kita gak akan terasa biasa-biasa saja.

Saya juga dapat satu pemikiran, salah satu hal yang akan membuat hidup kita gak akan biasa-biasa aja adalah dengan berguna untuk orang lain. Contohnya, pernah gak anda berbuat baik ke orang lain misalnya menolong nenek-nenek nyebrang jalan? Kalo pernah, apa sih yang anda rasakan satu hari itu? Saya yakin, pasti akan ada sesuatu sensasi berbeda yang anda rasakan. Saya yakin, hari itu pasti akan tidak terasa seperti hari-hari biasa lainnya. Padahal itu adalah perbuatan yang sebenarnya gampang banget buat dilakukan, dan biasa saja. Tapi perbuatan biasa saja itu bisa mengubah satu hari kita menjadi hari yang tidak biasa. Wow. Bayangkan apa yang akan terjadi kalau kita mengisi setiap hari-hari kita dengan perbuatan seperti itu? Apa yang akan terjadi yah..?

Jadi teringat, dulu saya pernah nanya ke seseorang, “Bang, gimana caranya yah supaya hidup ini gak kerasa datar-datar aja?” Terus dia jawab, “Salah satu caranya, Ga, coba lebih tumbuhin kasih di dirimu.” Hmm, apa maksudnya tumbuhkan kasih yah? Setelah berpikir-berpikir(Hiperbolis lagi,hehe..), tiba-tiba terlintas satu hal. Kalau kita lebih menumbuhkan kasih, apabila kita melihat sekitar kita, maka ternyata akan ada banyak sekali di sekitar kita yang membutuhkan kita. Masih banyak sekali hal-hal yang akan membuat hari-hari kita menjadi tidak biasa. Apabila kita lebih menumbuhkan kasih, maka kita pasti tidak akan tega melihat nenek-nenek menyeberang jalan sendirian, kita pasti tidak akan tega membiarkan orang kecelakaan tergeletak begitu saja di jalanan, dan masih banyak lagi hal-hal seperti itu.

Setelah itu, saya jadi berpikir, apakah orang-orang seperti Mother Teresa, Mahatma Gandhi, dan lainnya pernah merasa bahwa hidup mereka datar-datar saja? Saya rasa tidak. Mereka tidak akan merasa hidup biasa saja, karena mereka peka terhadap sekitarnya, mereka merasakan bahwa masih banyak yang membutuhkan mereka…

Hmm, mungkin itu juga yah alasan kenapa saya merasa hidup ini agak datar-datar saja, mungkin karena saya tidak peka, saya belum menumbuhkan kasih di hidup saya. Moga-moga deh saya bisa menumbuhkan kasih itu di hidup saya, sehingga hidup terasa lebih bermakna. Sehingga umur yang diberikan Tuhan menjadi lebih berarti.

“So many adventures couldn’t happen today

So many songs we forgot to play

So many dreams swinging out of the blue

We’ll let them come true “

Forever Young

Masih banyak petualangan-petualangan besar yang belum sempat terjadi. Masih banyak mimpi-mimpi yang belum tercapai. Masih banyak orang-orang yang membutuhkan kita. Saya percaya, hidup kita akan terasa lebih mempunyai makna apabila hidup kita itu berguna untuk orang lain… Let’s make them come true….

“Forever young, I want to be forever young

Do you really want to live forever

Forever — and ever”

Forever Young

Hmm, maukah kita selamanya muda.?

Maukah kita hidup selamanya?

Untuk apa?

Apakah untuk menjadi lebih berguna bagi orang lain?

Atau………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: